Halo, Pejuang Kebahagiaan! ^^

Halo, Pejuang Kebahagiaan! ^^

Saturday, January 03, 2015

Memintamu Menangis


Betapa leganya mendengar kabarmu lagi

Setelah tahun-tahun yang kuhabiskan untuk bersembunyi

Bagaimana pun aku harusnya senang kau ada di sana

Setidaknya kau tak kan melihatku terpuruk

Mati berkali-kali bersama harapan tentangmu

Jahatnya aku yang malah hampir saja menyerah mendoakanmu

Padahal kau, di sana dengan setiap inci kekuatanmu berjuang, tak lelah

Anehnya justru aku yang seolah paling lemah

Sungguh, maafkan aku yang hampir saja tak kuat menggenggam lagi mimpiku

Melawan kenyataan yang semakin berjauhan 


Bagaimana bisa kau tak menangis?

Tolong menangislah! Buat aku tak merasa meringis sendirian

Tapi kau terlalu lelah untuk lemah, terlalu lelah untuk menyerah

Ajari aku untuk tetap sekuat itu

Friday, January 02, 2015

Bila Izinku


Izinkan aku memulai perjalanan ini
Mengawali hari dengan berpura-pura menjadi dewasa
Atau mungkin memang seharusnya terbiasa

Izinkan aku menjemput rindu yang tak tahu malu ini
Menerjang derasnya hampa yang terbiasa tanpa mimpi
Atau hanya muak berdiam di balik nadi
Sampaikan murka tiada terperi

Izinkan aku menenangkan hati sebentar lagi
Mengurusnya, berucap damai dengannya
Mungkin harusnya tak sulit,
Tapi kenyataan ini membuat semuanya pahit

Izinkan aku tak memikirkan diri sendiri kali ini
Menggapai kebahagiaan untuknya, yang terlalu biasa tersakiti
Atau mungkin aku, sudah tak tahan lagi tersenyum palsu menertawai
Entah apa, mungkin hanya sebongkah gengsi

Tapi, izinkan aku sekali ini meneteskan air mata lagi
Untuk hari-hari kelam yang ku paksa ceriakan
Untuk goresan luka yang membusuk terabaikan

Biarkan aku menangis lebih keras lagi
Mengenang tawa yang nyatanya hanya mimpi

Saturday, September 06, 2014

Pemuda Kita Pantang Menyerah





17 Agustus 2014, rakyat Indonesia baru saja memperingati hari proklamasi yang dikumandangkan 69 tahun yang lalu. Apakah kita benar-benar merayakannya? Atau malah, belum cukup sebulan peringatan dilangsungkan, semangat kemerdekaan kita sudah tumbang?
Mungkin saja, upacara tahunan yang biasa kita saksikan di tv tv nasional itu hanyalah hitungan angka belaka!
Tanpa pembaruan, tanpa kemauan untuk berkembang.
 

Tuesday, August 26, 2014

Sajak Jiwa yang Koma

http://sissyjupe.com/Images/web-room.gif
http://sissyjupe.com/Images/web-room.gif

Sejenak renungan atas alasan aku di sini
Tentang mimpiku yang akhirnya kau bangunkan
Juga semangatku yang begitu saja berlarian
Sejenak hilang, berganti kegelisahan
Sepertinya aku yang membanggakanmu bagai berlian

Sebilah kenangan atas pikiran yang kau sematkan
Mungkin memang persepsi kita tak sejalan
Tapi adakah upaya menyatukannya?
Setidaknya perlihatkan padaku niat baikmu
Untuk sebuah ruang, yang pernah kita namakan baru

Menangislah untuk empat tembok yang mengurung kalian
Sebab aku tak lihat lagi jiwa di dalam sana
Hanya kepentingan dari masing-masing kita yang tujuannya berlainan
Komitmen kita telah pudar, akui saja lah!
Jiwa kalian tak di sini lagi, atau memang tak pernah di sini
Tanpa jiwa, hanya onggokan tulang yang berjalan,
yang kapanpun waktunya sangat mudah tumbang

Mohon ingat lagi kenapa kita pernah ada di ruang ini
Mengapa kita injakkan kaki di lantai tempat aksara menari
Membaca setiap tulisan dari dinding yang pernah jadi senderan
Mengeja setiap lekuk tinta dari pena yang pernah kita genggam bergantian
Sebuah ruang yang kita sebut kendaraan
Sebingkai cerita dari mereka yang katanya berkilauan

Kupikir ruangan ini sakit, nyatanya malah sudah koma
Ingin terus hidup, tapi koma
Ingin mati saja, tapi koma
Bukan membantu, kita hanya saling membatu
Ternyata memang sebegitunya..
Kupikir ruangan ini lain
Kupikir ruangan ini kuat
Tapi Ruangan ini semakin dingin..
Semakin gelap, semakin engap

Teruntuk ruang, yang jiwanya berceceran.

About Us