Friday, March 18, 2016
Tempat
semua rindu beradu temu
Mengintip
jutaan potret yang mendebu
Memacu ingatan
yang semakin layu
Tempat
paling indah adalah waktu
Tempat kakiku
mengalun merdu
Siapkan
langkah yang menggebu
Tuk habiskan
hari dengan syahdu
Tempat
paling indah adalah waktu
Tempat sang
mimpi berkata, “Hey, tunggu aku!”
Saat
anganmu mendendang seru
Sambut tekadmu
dan mengangguk setuju
Tempat
paling indah adalah rindu
Tempat
semua waktu seketika merayu
Temukan
harap yang sempat membisu
Jadi satu
tanpa tahu malu
Thursday, November 12, 2015

Malam ini diperjalanan pulang,
Kulemparkan senyuman pada pengendara
roda dua yang
menerobos lampu merah
Tak lupa kusapa klakson-klakson
ibukota,Nyanyian khas metropolitan.
Tapi ada "klakson-klakson" lain menggaung dipikiranku
Seperti memaksaku terus berjalan bahkan berlari
Mendesakku bergerak maju ikuti pola antrian
"Klakson" yang menyuruhku tak boleh diam.
Memandang rupa Jakarta dan manusianya,
Dari atas besi beroda yang berjalan semaunya,
Cerita klakson dan ibu kota,
Hidup dipikiran sejuta jiwa.
Monday, June 08, 2015
Teman, percayakah kalau aku tidak marah?
Tapi kamu malah lari, dan lucunya aku justru bersembunyi
Tak ada yang mengejar, tak ada yang mencari
Masing-masing tenggelam dalam sunyi
Aku mengeja-eja membaca jenuhmu yang menyisa
Mengapa tak kita samakan langkah saja?
Bergandeng tangan menggiring kapal kita agar karam
Lalu kita berjalan berlainan ke tepian
Tapi nyatanya tidak, teman
Kita seperti penumpang gelap yang basa basi mencari aman
Luntang-lantung mencari pelampung seakan sudah pasti tenggelam
Kapal kita siap berlari
Tapi kita slalu berpikir melepaskan sekoci
Sekali lagi, nyatanya tidak, teman
Kita mematung, menyelami diri lebih baik lagi
Subscribe to:
Posts (Atom)